Tentang Daurah as-Sunnah 1

Manusia diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dunia ini bukan tanpa alasan. Dalam menjalani kehidupannya di dunia ini, manusia membawa visi agung yakni beribadah dan menyembah sang Khaliq untuk kemudian dipertanggungjawabkan di kehidupan kelak di akhirat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memperingatkan kepada manusia dalam rman-Nya: “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah:36)

Dari ayat diatas sudah cukup mengisyaratkan kepada kita, bahwa dalam meniti kehidupan di dunia ini pasti tidak lepas dari pengawasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Perjalanan hidup kita selama di dunia juga akan diminta pertanggung-jawabannya kelak ketika yaumul qiyamah. Dalam menjalani kehidupan ini, tentu kita tidak sendiri. Terdapat keluarga yang senantiasa berada di samping kita. Dengan adanya keluarga pula dapat menentukan bagaimana kelanjutan kehidupan kita setelah di dunia. Sehingga akan muncul sebuah pertanyaan bagaimana untuk manajemen keluarga agar senantiasa dalam ketauhidan dalam menuju surga-Nya? Berdasarkan pemaparan diatas, Daurah As-Sunnah mengangkat tema “Jadikan Safarmu Jalan Pintas Menuju Surga”. Selain kajian yang disampaikan oleh pemateri, kegiatan daurah dikemas dengan nuansa kekeluargaan dengan berbagai kegiatan seperti eldtrip safar summit Merapi, Family Dinner, memanah, dan lain sebagainya.

Pemateri

Ustadz Farid Ahmad Okbah, Lc. M.A.

(Pendiri MIUMI dan MADINA)

Kajian

Penyampaian materi secara terinci dengan berbagai pokok bahasan yang dibagi menjadi 4 sesi kajian.
Materi yang disampaikan antara lain: Tauhidullah, Manajemen Keluarga, Mendidik Anak di Zaman Fitnah, serta Ancaman Sekte dan Aliran Sesat di Zaman Fitnah

Diskusi dan Tanya Jawab

Setiap penyampaian materi selesai, peserta diberikan hak untuk mengutarakan pertanyaan dan saling berbagi pendapat untuk membahas mengenai materi yang baru disampaikan maupun materi lain yang berkesinambnungan

Fieldtrip Safar

Selain mempelajari materi secara Qauliyah yang disampaikan di dalam ruangan, peserta juga diajak untuk melakukan fieldtrip safar summit di Lereng Gunung Merapi. Dengan menaiki jeep, peserta berkeliling untuk mempelajari kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui kegagahan Gunung Merapi.

Family Dinner

Nuansa kekeluargaan sangat terasa dalam setiap kegiatan, termasuk dalam momen makan malam, sarapan, maupun makan siang. Menguatkan ukhuwwah Islamiyyah dengan bergurau dan berbincang hangat di atas meja makan.

Hari 1:

Mulai pukul 08.00 WIB, Panitia melakukan penjemputan peserta di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Stasiun Tugu, dan Terminal Yogyakarta. Sebelum waktu sholat jum’at, peserta melakukan check in kemudian beranjak menuju Masjid Kampus UGM untuk mendirikan sholat jum’at. Hari pertama dimulai dengan pembukaan acara di Musholla Hotel pada pukul 17.00, dilanjutkan dengan sholat maghrib dan makan malam.

Kajian sesi 1 dimulai pada pukul 19.30 WIB dengan membahas pokok ajaran Islam, yakni Ketauhidan. Antusias peserta nampak ketika dijelaskan bahwa Keimanan dan Ketauhidan merupakan hal pertama yang harus ditanamkan dalam memulai kehidupan di dunia. Meskipun begitu, keimanan dan Aqidah dapat melemah karena beberapa hal, diantara Fitnah Syubhat, Fitnah Syahwat, Faktor Eksternal (Penjajahan, Kristenisasi, Orientalisme), serta Faktor Internal (syirik, bid’ah, degradasi moral, permusuhan antar umat Muslim, pemahaman Islam yang kurang, kurangnya percaya diri menunjukkan keIslaman). Orang yang bertauhid, harus paham mengenai konsekuensi dari pemaknaan kalimat “Laailaaha illallaah”. Diantara konsekuensi agar kesaksian Syahadat diterima adalah al-‘Ilmu (mengetahui), al-Yaqin (keyakinan), al-Qabul (penerimaan), al-Inqiyad (ketundukan), ash-Shidq (kejujuran), al-Ikhlas (ikhlas), al-Hub (kecintaan).

Hari 2:

Dimulai dengan sholat shubuh secara berjamaah, peserta melanjutkan dengan tausyiah dan dzikir hingga waktu syuruq tiba. Hari kedua peserta menerima materi secara penuh dari pagi hingga sore hari. Kajian sesi 2 membahas mengenai manajemen keluarga untuk bersama menuju surga. Disana disampaikan bahwa keluarga merupakan pondasi awal untuk menanamkan nilai keIslaman. Hal tersebut juga bersinggungan dengan materi pada Kajian sesi 3, yakni mendidik anak di zaman fitnah. Ustadz Farid menjelaskan bahwa menurut Ibnul Qoyyim terdapat 9 hal yang meliputi pendidikan Islam, diantaranya Pendidikan Iman, Ruh, Pemikiran, Emosi, Moral, Sosial, Keinginan, Badan, dan Seksual. Sedangkan pada kajian sesi 4, peserta dikenalkan dengan pemikiran-pemikiran sesat ajaran Syiah, termasuk bagaimana membentengi diri dan keluarga dari pengaruhnya. Mengenai syiah di Indonesia, sudah cukup lama masuk di Indonesia. Saat ini syiah tengah berada diatas angin megingat kegiatan-kegiatannya mulai tahun 2002 banyak mendapat dukungan dari pemerintah. Maka perlu kewaspadaan tinggi untuk menelaah ajaran-ajaran yang syiah yang secara tidak langsung mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Terakhir, sebelum kajian ditutup, peserta diberikan kelonggaran waktu untuk berdiskusi dengan Ustadz Farid mengenai berbagai permasalahan terkait materi yang telah disampaikan. Setelah itu peserta diajak keluar lokasi daurah untuk menikmati malam di Kota Jogja dengan Family Dinner, makan malam di sebuah rumah makan yang khas dengan suasana Yogyakarta.

Hari 3:

Pada hari terakhir dalam kegiatan Daurah As-Sunnah kali ini, peserta diajak untuk menyegarkan fikiran dengan mentadabburi keagungan Allah Subhanahu wa Ta’alaa di lereng gunung Merapi. Dengan menaiki jeep peserta diajak untuk berkeliling ke daerah yang menjadi saksi bisu kedahsyatan letusan gunung Merapi beberapa tahun silam. Peserta dapat menyaksikan secara langsung kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk meningkatkan ketaqwaan diri. Sebelum peserta diantar oleh panitia menuju ke Bandara, Stasiun, maupun hotel lain bagi yang hendak memperpanjang liburan di Yogyakarta, peserta melakukan penutupan Daurah as-Sunnah dan disana peserta dibagikan goodie bag yang berisi souvenir khas Yogyakarta, sertifikat peserta yang ditandangani oleh Ustadz Farid Ahmad Okbah, serta Privilege Card untuk mendapatkan keistimewaan dalam setiap kegiatan PT. Wisata Islami Indonesia.